Menu
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

harga tiket candi prambanan dan pesonanya

Tiket masuk Candi Prambanan menjadi password untuk bisa menikmati area taman wisata yang kaya akan nilai sejarah ini. Ada yang pernah berkunjung ke candi yang lekat dengan tradisi dan kebudayaan Indonesia ini? Karena saya adalah orang Jogja, tentu Candi Prambanan sangat mudah saya jangkau. Apalagi, setiap pulang kampung ke Klaten, candi ini tak pernah absen dari pandangan mata.

Menjadi salah satu Situs Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO, candi ini mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Pernah mendengar bahwa Candi Prambanan merupakan candi terindah se-Asia Tenggara? Keren ya :) Memiliki magnet wisata yang begitu kuat, tak heran jika setiap tahunnya candi Hindu terbesar di Indonesia ini banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun turis.

Sejarah Singkat Candi Prambanan

Buku Prasasti Indonesia II: Selected Inscriptions from the 7th to the 9th Century A.D (1956) mengisahkan bahwa Candi Prambanan dibangun untuk memperingati kemenangan perang Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala, raja Medang Mataram melawan Pu Kumbhayoni. Candi Prambanan sendiri mulai dibangun oleh Rakai Pikatan sekitar tahun 850 Masehi.

Sumber lain mengatakan bahwa candi ini dibangun sebagai persembahan pada tiga dewa utama Hindu (Trimurti) yang terdiri dari Brahma, Wishnu dan Siwa. Seiring berjalannya waktu, pembangunan candi terus diperluas serta mengalami pemugaran untuk menjaga eksistensinya.

Legenda Roro Jonggrang di Candi Prambanan

Ada yang pernah mendengar kisah Roro Jonggrang? Nah, sekadar refresh ingatan, kita ngobrol dulu yuk tentang legenda dari salah satu wisata Jogja ini. Alkisah, ceileee bahasanya, seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang dengan kecantikannya yang paripurna dipinang oleh Bandung Bondowoso. Sang wanita mengajukan syarat, dimana Bandung Bondowoso ditantang untuk membangun 1000 candi dalam semalam.

Diterima gak tantangannya? Diterima dong. Dengan bantuan makhluk halus, lelaki ini sukses membangun hingga candi ke-999. Mengetahui hal tersebut, Roro Jonggrang yang sejak awal memang ingin menolak pinangan ini akhirnya berbuat curang. Ia menyuruh penduduk desa menyalakan api unggun dan menumbuk padi dengan lesung sebagai penanda pagi agar para jin yang sedang membangun candi ketakutan.

Mengetahui ini, Bandung Bondowoso mendadak murka lalu mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung ke-1000. Ya, genaplah tugasnya.

Candi Prambanan di masa pandemi tetap indah

Mitos “Asmara” Candi Prambanan

Diantara pembaca mungkin pernah mendengar tentang mitos ‘asmara’ terkait candi yang satu ini. Katanya sih mitos ini terkait dengan legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso yang pada akhirnya gagal menjalin hubungan asmara.

Rahasia umum yang beredar hingga sekarang adalah saat sepasang kekasih membawa tiket masuk Candi Prambanan dan memasuki ruangan Roro Jonggrang, ini dianggap pertanda buruk karena dipercaya bahwa hubungan asmara mereka akan kandas tak lama setelahnya. Hemmm, ada yang pernah mengalami? Doanya sih jangan sampai ya, hehehe.

Dimana Lokasi Candi Prambanan?

Candi Prambanan memiliki lokasi yang lumayan strategis jika dilihat di peta karena ia berada persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurut Wikipedia, kompleks Candi Prambanan terletak di kecamatan Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta dan kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Lokasinya kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang.

Nah, bisa dikatakan bahwa alamat ringkas dari Candi Prambanan (Prambanan Temple) adalah di Jl. Raya Solo - Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Indonesia, 55571. Jika ingin mendapatkan informasi terkait candi, silakan menghubungi nomor telepon 02486462345.

Berapa Harga Tiket Masuk Candi Prambanan?

Memiliki aura cantik dan anggun, tarif tiket masuk Candi Prambanan memang cukup terjangkau. Dengan aneka fasilitas yang dapat dinikmati, juga terbagi dalam beberapa kompleks candi, tentu pengunjung dapat menikmati aneka fasilitas dan bangunan bersejarah yang kaya akan nilai seninya.

Harga tiketnya berapa sih? Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola situs candi Yogyakarta memberlakukan tarif kunjungan sebagai berikut (update awal tahun 2021):

  • Tiket Dewasa (10 tahun keatas): 50K
  • Tiket Anak (Usia 3-10 tahun): 25K
  • Tarif khusus rombongan pelajar >20 orang: 25K
  • Tiket Terusan Prambanan-Borobudur Dewasa: 75K
  • Tiket Terusan Prambanan-Borobudur Anak (3-10 Tahun) : 35K
  • Tiket Terusan Prambanan-Ratu Boko Dewasa: 75K
  • Tiket Terusan Prambanan-Ratu Boko Anak (3-10 Tahun) : 35K
  • Tiket Terusan Prambanan-Plaosan-Sojiwan Dewasa: 75K
  • Tiket Terusan Prambanan-Plaosan-Sojiwan Anak (3-10 Tahun): 35K

Protokol Kesehatan untuk Pengunjung

Demi menjaga kenyamanan bersama di masa pandemi covid-19, pengelola candi menerapkan protokol kesehatan. Selain tersedia spot cuci tangan dan tes suhu badan sebelum masuk ke area candi, pengunjung hanya dapat menikmati Candi Prambanan dari Pelataran Candi saja. Ya, setidaknya ini salah satu langkah untuk mewujudkan kenyamanan bersama.

Beberapa tempat wisata di Jogja saat ini memang disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk Warung Kopi Ampirono yang ada di perbukitan Menoreh. Suasana yang serba hijau, seperti Candi prambanan ini membuat saya betah berlama-lama di sana. hehehe... 

Keindahan dan harga tiket candi prambanan

Jam Operasional Candi Prambanan

Terhitung mulai awal tahun 2021 ini, taman wisata candi ini dibuka mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB setiap harinya. Catet ya, biar kalau mau piknik ke sini tidak salah jam. Hehe...

Pesona Taman Wisata Candi Prambanan

Pengunjung bisa leluasa menikmati setiap sudut candi dengan berjalan kaki. What, kuatkah berjalan mengelilingi area seluas 40 hektar ini? Kuat dong, bagi yang senang berjalan kaki tapi. Hahaha... Nanti juga gak terasa kok karena banyak hal menarik yang akan kita lihat disini, diantaranya relief naratif. Ada juga kebun binatang mini yang ada di area Candi, dimana kita bisa melihat puluhan rusa dan hewan-hewan lainnya yang unik. 

Tapi, buat kamu yang tak ingin bercapek-capek ria, bisa banget menyewa mobil golf atau naik mobil kereta yang bisa mengangkut banyak orang untuk menikmati pemandangan komplek candi dengan beragam pesonanya.

Nah, asyik banget ya bisa jalan-jalan kesini. Tarif tiket masuk Candi Prambanan juga aman buat kantong mahasiswa nih. Jadi, kapan kita piknik bareng? Rame-rame yuk :D

Riana Dewie

13

Nggak cuma punya batik yang keindahan dan kualitasnya sudah diakui dunia, Pekalongan juga punya banyak tempat wisata menarik loh. Dengan daerah yang memiliki kawasan hutan hujan tropis, Pekalongan memiliki banyak pilihan wisata alam, yang sebagian besar di antaranya berupa air terjun atau yang di sana dikenal dengan nama Curug. 

Salah satu yang sekarang sedang ngehits dan ramai dikunjungi oleh wisatawan adalah Curug Bajing. Air terjun ini terletak di Desa Tlogopakis, Kecamatan Petungkriono yang bisa ditempuh dengan mudah dari pusat kota Pekalongan.

Negeri di atas awan
Sumber: curugbajing.blogspot.co.id
Daerah di sekitar Curug Bajing dikenal sebagai ‘negeri di atas awan’ karena terletak di tempat yang cukup tinggi. Berada di antara Pegunungan Serayu Selatan dan Kawasan Dataran Tinggi Dieng, membuat daerah sekitar Petungkriyono memiliki udara yang sejuk dengan ketinggian yang menembus awan. Inilah yang membuat daerah Petungkriyono disebut sebagai ‘negeri di atas awan’.

Dikelilingi Hutan Pinus
Sumber: jarangpanas.com
Di sepanjang jalur perjalanan, pemandangan yang bakal kamu dapatkan adalah hutan-hutan pinus yang sejuk. Aroma kayu dan daun pinus membuat udara di sepanjang jalur Pekalongan – Curug Bajing terasa sangat segar.
Jalur menuju Curug Bajing sudah diaspal halus, bisa dilalui oleh motor atau mobil pribadi. Meski jalurnya menanjak, perjalanan selama menuju Curug Bajing tidaklah sulit dan menyenangkan karena banyak pemandangan bagus di sepanjang rutenya. Juga ada banyak curug-curug kecil yang sama menariknya di sepanjang perjalanan. Namun yang paling indah, tentu saja Curug Bajing.

Tingginya 70 meter!
Di antara beberapa curug yang dilewati sepanjang perjalanan, Curug Bajing selalu menjadi kunjugan utama. Bukan tanpa alasan, curug ini adalah yang paling cantik dan tertinggi di antara semua curug lain yang ada di kawasan Petungkriono.

Sumber: youtube.com (Adam Hari Nugroho)
Dari jauh memang nampaknya curug ini tingginya biasa saja. Namun ketika didekati, ternyata Curug Bajing amat tinggi, sekitar 70 meter dari dasarnya. Hal ini membuat curah air terjun di Curug Bajing sangat deras, dengan arus yang juga sama derasnya di sungai yang ada di bawahnya.

Itulah mengapa, pengelola kawasan ini meminta agar anak-anak yang mandi di sungai kawasan Curug Bajing harus ditemani oleh orangtua. Karena selain arus yang deras, di sungai sekitar air terjun ini juga memiliki banyak bebatuan yang bisa membahayakan jika anak-anak tak didampingi orangtua.

Banyak Spot Foto

Sumber: instagram.com @sidik_desuarga
Seperti kebanyakan tempat wisata masa kini, Curug Bajing juga memiliki beberapa spot foto menarik. Seperti papan dengan bentuk cinta, dan beberapa tempat yang cantik buat selfie atau foto bareng rombongan.

Bagaimana Cara Menuju Curug Bajing?

Kalau kamu berangkat dari Jakarta, naik pesawat saja mumpung ada promo tiket pesawat murah ke Semarang. Dari Ibukota provinsi ini, kamu memerlukan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan darat untuk menuju Pekalongan. Dari pusat kota Pekalongan, lanjutkan perjalanan menuju terminal Doro. 
Dari sini, kamu bisa naik kendaraan tur khusus ke Curug Bajing yang menyediakan paket sekaligus makan siangnya. Namun jika kamu berangkat berombongan, nggak ada salahnya untuk menyewa mobil pribadi dari Semarang dan langsung menuju kawasan Petungkriyono.

Tiket masuk ke Curug Bajing sangat terjangkau, kurang dari Rp 10 ribu untuk sekali masuk. Fasilitas di dalam kawasan wisata ini pun lengkap, mulai dari area parkir yang luas, sampai warung dan musholla pun tersedia.

Sumber: zonalibur.com
Dengan pemandangan yang cantik, nggak heran kalau ada banyak wisatawan berburu promo tiket pesawat murah ke Semarang demi menuju Curug Bajing. Indahnya air terjun yang berada di atas awan adalah satu cara refresing yang menyenangkan.

Jangan lupa, sekalian cari promo tiket pesawat murah buat perjalanan pulangnya ya. Biar sisa budget pesawatnya bisa dipakai buat beli batik Pekalongan.

18


Dagadu Djokdja (dok.Dedy Yugo Purwanto)

Oleh-oleh khas Jogja Dagadu - Saya bangga jadi orang Jogja. Selain tetanggaan dengan salah satu keajaiban dunia, candi Borobudur, saya juga senang karena kota ini didatangi jutaan wisatawan setiap waktunya. Tentu saja ini karena Jogja memang kaya akan destinasi wisata yang natural, unik dan bersejarah. Sebut saja Malioboro, Kraton Jogja, Pantai Parangtritis, Kaliurang, Benteng Vredeburg maupun tempat wisata lainnya yang memiliki keunikan tersendiri. Usai keliling Jogja, para wisatawan biasanya ingin beli oleh-oleh khas Jogja untuk dibagikan kepada sanak saudara atau sahabat saat kembali pulang. Saat jajanan sudah memenuhi tas belanjaan, sepertinya masih ada yang kurang jika tanpa buah tangan lainnya yang bisa jadi kenang-kenangan. Kira-kira cari pernak-pernik yang ‘Jogja banget’ tuh dimana ya? Gak usah bingung, DAGADU DJOKDJA tempatnya.

Sebagai orang Jogja yang dulunya tinggal di daerah Ngasem, di mana kawasan ini notabene dijelajahi oleh bule-bule pelancong yang ganteng (ihiiiirr...), gak heran sih kalau saya sering amati mereka tenteng-tenteng tas belanjaan yang didalamnya ada kaos Dagadunya. Ya, seingat saya, sejak saya SD juga sudah kenal dengan produk Dagadu, bahkan memiliki beberapa koleksi kaosnya. Tak disangka, hingga saya dewasa, perusahaan Dagadu ternyata masih eksis bahkan tak pernah lelah untuk menyuguhkan produk oleh-oleh khas Jogja yang selalu kreatif dan inovatif.

Disini Lho Alamat Belanja Oleh-oleh Khas Jogja DAGADU

Beberapa waktu lalu (10/12/16), perusahaan Dagadu melakukan re-branding terhadap logonya yang juga sebagai perwujudan inovasi terhadap produk-produk yang ditawarkan kepada masyarakat. Logo barunya tak jauh beda dengan logo lamanya (gambar mata), hanya saja di logo barunya ini, Dagadu menghilangkan goresan bulu matanya yang lentik sehingga terkesan lebih praktis dan mudah diingat. Acara yang berlangsung sangat meriah ini diadakan di Yogyatorium, gerai resmi Dagadu Djokdja yang menawarkan oleh-oleh khas Jogja dengan kemasan memikat hati, kaya etnik serta dipercantik dengan dekorasi yang sangat njawani.

Yogyatorium, pusat belanja Dagadu Djokdja (sumber : twitter @dagadudjokdja)

Nah, selain di Yogyatorium yang beralamat di Jalan Gedongkuning Selatan No.128, Rejowinangun, Kotagede, ada dua gerai resmi lainnya yang sangat memudahkan Anda untuk bisa belanja pernak-pernik Dagadu sebagai oleh-oleh khas Jogja, yaitu di Posyandu. Eh, jangan salah, ni bukan Posyandu yang melayani kesehatan di desa-desa kita itu, lho. Hehehe.. Posyandu di sini adalah Pos Pelayanan Dagadu yang artinya Anda bisa hunting pernak-pernik Dagadu sepuasnya di tempat ini. Alamatnya di mana ya? Ada dua Posyandu yang bisa Anda kunjungi, yaitu Posyandu di Lower Ground Malioboro Mall (depan Gramedia) serta di Posyandu 2 di Jl. Pekapalan No. 7 Alun-Alun Utara (sebelah Jogja Gallery).

Sebagai bocoran nih, jika di zaman tahun 90-an Dagadu hanya menjual kaos saja, sekarang ada banyak pilihan produk yang bisa kita dapatkan di gerai Dagadu Djokdja lho. Apalagi saat ini jenis kaosnya banyak banget, fashionable serta diproduksi dengan beragam tema/tulisan keren, tentunya yang bernuansa Jogja banget. ‘Malman Skuter’, ‘Smart&Smile&Djokdja’, ‘Djokdja Full Rasa’, ‘Dagadu 94’, ‘Sepeda Silsilah Bapak’ dan ‘Abdi Dalem X Helem’ adalah sebagian kecil koleksi kaos Dagadu Djokdja yang sangat menarik dan diminati banyak orang. Selain kaos pria, Dagadu juga meluncurkan model kaos wanita dengan nama Dagadis, cara pintar Dagadu untuk menarik hati gadis-gadis cantik agar memakai kaos Dagadu yang bakal membuat mereka makin manis. Hehe...


Tak ketinggalan, koleksi kaos anak juga melengkapi produk Dagadu yang tentunya digemari oleh anak-anak zaman sekarang. Dagadu Bocah, koleksi kaos Dagadu yang akan memanjakan anak-anak Anda agar tampik kece saat diajak jalan-jalan. Hehehe.. Beberapa tema koleksi kaos Dagadu Bocah adalah ‘Bintang Kecil’, ‘Yuyu Kangkang’, ‘Tugu Keajaiban Jogja’ dan ‘Angkryngan’. Produk lainnya yang tak kalah seru dan mengandung nilai histori tinggi adalah Oblongpedia, produk Dagadu yang menceritakan sejarah tentang suatu tokoh, dimana diskripsinya juga tertuang di bagian depan kaos, diantaranya tema ‘Srikandi’, ‘Anoman’, ‘Bimo’ dan tokoh menarik lainnya. Selain kaos, pernak-pernik Dagadu lainnya seperti sandal jepit, gantungan kunci atau tas slempang juga bisa Anda bawa pulang sebagai oleh-oleh keluarga di rumah.

 Nah, sekarang gak bingung lagi kan cari oleh-oleh khas Jogja yang unik, menarik dan pantas untuk dibagikan ke orang-orang yang Anda sayangi?

Kaos Dagadu Djokdja yang asli, saat re-branding logo Dagadu beberapa waktu lalu (dok.Dedy Yugo Purwanto)

Tapi awas, jangan sampai Anda membeli produk Dagadu palsu ya karena dipastikan Anda bakal kecewa karena kualitasnya jauh berbeda. Pokoknya Anda aman jika belinya di tiga gerai resmi Dagadu Djokdja tadi, yang terbukti sukses melegenda. Atau, Anda juga bisa belanja online dengan pesan produk di www.dagadu.co.id. Oh ya, untuk harganya gimana? Walah, gak usah khawatir, Anda bisa bawa pulang koleksi Dagadu Djokdja mulai dari Rp. 9.000,- saja lho. Wihhhh, murah meriah ya, pantas saja banyak wisatawan domestik maupun asing yang doyan jajan oleh-oleh khas Jogja di sini :D

“Mbak, aku pingin ke Semarang nih. Kapan kamu libur?”, tanya saya kepada sepupu di Semarang. “Tiap hari aku rela libur kerja kok, asal kamu bawain kaos Dagadu..”, jawabnya sambil nyengir tapi mupengnya serius.


Riana Dewie


12


Sebagai ibukota Indonesia, Jakarta sering kali menjadi tempat utama yang dikunjungi oleh banyak orang dengan berbagai kepentingan. Salah satunya untuk liburan! Tapi selain liburan, hal asyik lain yang bisa dilakukan di Jakarta adalah shopping atau belanja!

Yes, shopping mungkin memang pekerjaan yang cukup melelahkan namun sulit ditolak juga oleh kaum hawa. Kalau bukan karena uang habis, mungkin akan sulit juga meninggalkan pekerjaan yang satu ini.

Nah, makanya Jakarta mungkin salah satu surga nih untuk para wanita. Bagaimana tidak? Tempat perbelanjaan di kota ini sangat banyak dan tempatnya oke-oke. Namun, ternyata ada cara seru yang bisa membuat shopping menjadi lebih asyik, yaitu jelajah Mall.

Keuntungan dari jelajah Mall ini, salah satunya adalah bisa membandingkan kualitas dan harga barang dari satu Mall ke Mall yang lainnya. Keuntungan yang kedua adalah bisa menambah pengalaman berbelanja, lebih tahu tempat-tempat mana yang bisa direkomendasikan untuk membeli sesuatu juga sambil menikmati indahnya arsitektur-arsitektur Mall secara lebih rinci.

Selain itu, bisa juga sekalian survei jika siapa tahu Anda berniat membuka toko di salah satu Mall di Jakarta.
Nah, Mall apa saja ya yang ada di Jakarta yang kira-kira unik dan recommended untuk dikunjungi?


1. Mall Kuningan City

Mall pertama yang bisa dicoba dikunjungi adalah Mall Kuningan City. Letaknya di Jalan Prof. Dr. Satrio, Kuningan, Setiabudhi, Jakarta Selatan. Mall ini lebih mengutamanakn konsep gaya hidup dan hiburan, tidak fokus pada fashion. Mall ini juga memiliki desain yang stylish, lho.

sumber : weyap.com

Di lantai dasar Mall ini terdapat resto dan café yang menghadap ke Jalan, sehingga Anda bisa duduk-duduk sambil menikmati suasana lalu lintas kawasan Kuningan.

Di dekat Mall ini juga terdapat beberapa hotel. Salah satu yang dekat adalah Manhattan Hotel Jakarta. Jika Anda berasal dari luar Jakarta, Anda bisa mencoba menginap hotel bintang 5 ini. Jika memang tempat tinggal Anda di Jakarta, tidak ada salahnya sesekali Anda mencoba beristirahat dan menikmati quality time di hotel ini. Anda bisa melihat info lebih detail mengenai hotel ini di situs traveloka.


2. Pondok Indah Mall

Masih di bilangan Jakarta Selatan, Mall kedua yang wajib Anda datangi adalah Pondok Indah Mall, disingkat PIM.

Mall ini dibagi menjadi 2, yakni PIM 1 dan PIM 2. Dua bagian ini dihubungkan dengan semacam jembatan penyebrangan yang menyatu dengan Mall, sehingga membuat Mall ini menjadi lebih unik. Sementara tengahnya merupakan jalan besar yang cukup ramai.

sumber : Electronic-city.com

Pondok Indah Mall terletak di kawasan perumahan Pondok Indah, dan konon katanya Mall ini merupakan Mall yang paling sering dikunjungi oleh warga Jakarta.

Di Mall ini terdapat bagian khusus makanan. Salah satu gerai makanan yang cukup terkenal, yaitu Starbucks ada di sini.
Baca juga : Bagi yang ke Solo, ini lho ada kuliner mewah di Hotel Best Western Solo Baru

Dan jika Anda ingin sejenak beristirahat sambil nonton film, di Mall ini tersedia 2 bioskop yang bisa Anda pilih.


3. Grand Indonesia

Mall ketiga yang recommended untuk dikunjungi adalah Grand Indonesia. Mall ini disebut-sebut sebagai Mall terbesar di Indonesia lho. Yang biasa mengunjungi Mall ini para eksekutif. Brand-brand yang membuka gerai di Mall ini sangat banyak. Mulai dari brand dalam negeri sampai brand asing seperti Gucci, Chanel, Watch Time International, Bebe, dan masih banyak lagi. Jelas saja, karena ini merupakan Mall yang bertaraf internasional.

sumber : Skyscrapercity.com

Lokasinya pun strategis, persis di tengah-tengah kota, yakni di Jalan MH. Thamrin, Jakarta di seberang bunderan HI. Hati-hati tersesat di dalam Mall ya ketika berkunjung ke sini! Jika tidak belanja, Anda juga bisa duduk-duduk di bunderan HI menikmati keindahan dan kemegahan Mall ini ditemani dengan kerlap-kerlip lampu ibukota.


4. Lippo Mall Kemang

Mall keempat yang unik untuk dikunjungi adalah Lippo Mall Kemang. Ketika berbelanja disini Anda akan merasa seperti berbelanja di Singapura karena stand-stand di Mall ini bergaya British. Selain gerai-gerai fashion, di Mall ini banyak terdapat café dan klub malam.

sumber : Lippomalls.com

Lippo Mall Kemang tidak terletak di depan jalan utama seperti 3 Mall di atas yang telah disebutkan, tetapi masuk di area Kemang Village. Banyak orang yang tertarik sensasi berbelanja di tempat ini.

Nah, bagaimana? Sudah menyediakan banyak tenaga dan budget untuk menjelajah Mall di Jakarta?


6



Best Western Premier Solo Baru, Sebuah hotel mewah yang kami tinggali selama 3 hari dalam rangkaian aktivitas asyik bertajuk “up close and personal with best western". Acara yang diikuti oleh belasan blogger yang rata-rata datang dari Solo, Jogja, Bandung maupun Jakarta ini berjalan sangat meriah dan selalu menyimpan kenangan manis di setiap jejak langkahnya.

Sambutan manis saya terima kala menginjakkan kaki di pintu masuk hotel hingga kami disapa ramah oleh mas Denish Ardhaneswara, Marcomm Best Western Premier Solo Baru. Dipaksa merasakan fasilitas hotel secara gratis selama 3 hari? Siapa yang gak mau coba. Kesan pertama saat menginjakkan kaki di sana sihh ‘wow’ banget ya. Desain interior menarik, tatanan aksesoris ruangan yang sangat apik plus aura hotel yang mendatangkan rasa nyaman bagi setiap tamunya.

Usai terima kartu untuk masuk kamar, saya bergegas lari ke lift menuju lantai 18 bersama dengan teman-teman lainnya menuju ke kamar masing-masing. Saat masuk ke kamar hotel, perasaan lega sangat saya rasakan karena fasilitas kamar yang begitu mumpuni dan sangat nyaman untuk ditempati. Viewnya juga bagus, yaitu dapat memandang indahnya kota Solo Baru dari ketinggian.



Memang sangat strategis, hotel Best Western Premier Solo Baru ini sangat dekat dengan mall-mall besar serta sebentar lagi akan dekat dengan International Hospital yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Dan satu hal yang membuat saya tercengang adalah kamar mandinya. Eh, bukan.... maksudnya adalah sajian kuliner di restonya. Hihihi....

Ah, ngomongin kuliner mah saya demen banget ya, secara body dah mewakili banget kan. Hihihi..... Saya dah biasa merasakan hidangan resto di beberapa hotel. Tapi, saat melihat kuliner di hotel Best Western Premier Solo Baru, wow... bikin kacau perut nih, secara saking lengkapnya, saking uniknya, saking menariknya.

Ahh, sudahlah. Daripada saya cuma cas cis cius doank malah dikira boongan, bentar lagi saya pamerin ya sajian hidangan mewah di resto hotel Best Western Premier Solo Baru yang tak pernah membuat tamu hotel bosan, pun bisa berjam-jam duduk di tempat ini lantaran sajian kulinernya yang khas dan bikin ketagihan. Yang kantong perutnya gede, yuk siap incip-incip :D

MENU PAGI (BREAKFAST)

Jika Anda menginap di hotel Best Western Premier Solo Baru, jangan heran jika resto hotel ini selalu dipenuhi oleh tamu hotel yang ingin mencicip menu breakfast yang memiliki citarasa tinggi. Jam 7 hingga 8 pagi adalah posisi padat resto hotel ini sehingga jangan heran jika suara hentakan sendok dan garpu terdengar nyaring di telinga Anda.

Masih menguap sesekali, saya mendekati beberapa meja berisi minuman yang beraneka ragam. Pagi itu saya meneguk susu coklat, terletak persis di sebelah kiri susu putih. Di meja lain tersedia pula minuman khas rumahan, seperti teh dan kopi. 


Di sisi lain, seorang mbok jamu nan cantik jelita menawarkan jamu-jamuan yang membuat tubuh makin berstamina. Susu pun tadi bisa berfungsi ganda, yaitu sebagai bahan pelengkap menu sereal. Oatmeal, french toast dan berbagai roti pun tersedia berjejer dengan beragam bentuk unik dan menggoyang lidah tentunya. Marmalade, butter maupun jam aneka rasa siap menemani santap pagi kami.




Buah-buahan segar yang sudah terpotong rapi membawa hawa segar saat sarapan, diantaranya buah pepaya, nanas, melon dst. Yang ingin konsumsi protein, tersedia pula olahan telur dilengkapi dengan toast, sosis maupun ham yang pastinya bakal menggoyang lidah. Sedangkan bagi penyuka siomay, Best Western Premier Solo Baru akan memanjakan lidah Anda dengan hidangan siomay panas dengan rasa maknyuzzz.



Lha, yang pingin sarapan nasi gimana dong? Eitzz jangan khawatir, Anda bisa pilih menu nasi beserta lauk yang berasal dari olahan ayam, ikan maupun daging dengan beragam olahan istimewa. Nasgor spesial juga ada lho, pun makanan tradisional Solo nasi liwet yang dihidangkan panas itu pun mengguncang lidah para blogger. Pun makanan ndeso, nasi pecel, tak sedikit yang menikmatinya.



Bubur ayam dan yang segar-segar berkuah, seperti sup ayam dan mie godhog juga sempat saya cicipi. Pokoknya, semua menunya istimewa. Best Western Premier Solo Baru mengolah seluruh hidangan kulinernya secara higienis, diolah dari sayur-sayuran, dan daging segar serta bahan berkualitas tinggi dan tentunya dengan sistem pengolahan yang disesuaikan dengan standar kesehatan. Anda sudah siap mencicip American Breakfast ala Best Western Premier Solo Baru?

MENU MALAM (DINNER)

Para Blogger memang sungguh beruntung kali ini. Tak hanya mencicip hidangan di resto untuk tamu-tamu umum, nyatanya dua malam berturut-turut kami juga dijamu lebih istimewa dari itu. Menatap ratusan kuliner yang terpajang di atas meja resto hotel Best Western Premier Solo Baru, berkelas eksekutif di ruang tertinggi dari hotel ini membuat kami tertegun. Penataan hidangan artistik ala hotel mewah memancing kami untuk mengabadikan setiap wadah kaca berisi sajian spesial. Nuansa resto bergaya dinamis menemani santap ria kami diiringi live music dengan lagu-lagu romantis yang membuat suasana dinner makin menyenangkan.


Ah, kami berpesta di malam pertama. Sky dining ini tentu sangat berharga, selain menikmati menu-menu spesial hotel Best Western Premier Solo Baru, kami juga dapat merasakan hembusan angin di ketinggian, sambil menunggu chef mengolah sebuah menu sedap malam itu. Campuran sayur mayur beserta udang, daging, bakso dan ayam membuat santap malam makin nikmat.


Di bagian dalam, kami memandang deretan puding yang berwarna-warni ditemani aneka kue yang dikemas istimewa. Berbagai camilan ringan pun terasa nikmat di lidah, tak terkecuali beberapa jus manis-manis kecut yang saya teguk di meja bundar tempat kami bergurau, pun menyantap hidangan.


Di stand lain, saya mencoba hunting menu lain. Awalnya saya gak tega untuk mencicipnya, seekor daging utuh tampak lunglai tergantung di atas api pemanggangan. Bebek peking, suka banget sih, untungnya sempat cicip lembut dagingnya. 




Nah, di meja menu utama, deretan menu berat sudah menunggu. Tapi, satu menu yang membuat saya tertarik adalah olahan ikan plus rujak buah. Ya, rujak dengan kombinasi rasa pedas, manis dan asam ini sukses menggoyang lidah saya. Sup daging dan empek-empek juga sungguh menarik hati, saya pun kalap untuk mencobanya. Masih banyak hidangan mewah lainnya yang tentu rasanya sudah tak diragukan lagi.


Malam kedua, para blogger menikmati dinner di resto lantai 2 Best Western Premier Solo Baru. Aura makan malam tradisional lebih terasa karena para blogger disuguhi sajian kuliner ala angkringan. Tak pikir panjang, saya pilih makanan favorit, seperti sate kepala ayam, sate rempelo ati, sate bakso serta pisang coklat yang menambah manis suasana malam itu.



Nuansa jadul makin terasa kala saya merasakan hangatnya susu jahe serta kepuasan kawan blogger lain saat meneguk wedang uwuh, minuman tradisional berwarna merah serta beraroma harum khas Imogiri. Ah, lagi-lagi terpengaruh, saat ada yang sedang menikmati tengkleng, saya pun tak sabar masuk ke baris antrian untuk menikmati hidangan yang sama. Koktail buah rambutan juga sempat menyegarkan tenggorokan kami di sela-sela menikmati menu angkringan. 


Masih banyak sajian lain yang dihidangkan, sayangnya kantong perut saya terbatas sehingga tak bisa menghabiskan semua kuliner yang ditawarkan. Hehehe.... Secara keseluruhan, sajian menu dinner Best Western Premier Solo Baru sangat memuaskan. Menu kuliner yang terdiri dari appetizer, soup, main course dan dessert ini telah sukses mengembalikan energi kami setelah seharian beraktivitas.

Itulah pengalaman saya serta teman-teman blogger lainnya saat diberi kesempatan untuk mencicip kuliner di hotel Best Western Premier Solo Baru. Semua terasa nikmat dan mengagumkan, sebesar kagum saya kepada chef hotel ini, Bapak Himawan Krisbianto yang sukses membuat olahan makanan segitu lezatnya.


Parahnya, kenikmatan ini tak terhenti hingga kami pulang kerumah masing-masing, aroma pizza khas hotel ini mengikuti. Setiap blogger bahkan mendapat buah tangan Goodie Bag dan sekotak pizza, untuk oleh-oleh orang rumah katanya. Big thank to Best Western Premier Solo Baru, salah satu pembuat sejarah manis di hidup saya.

Riana Dewie

26

Jika Anda ingin menikmati sunset dalam suasana yang romantis dengan suara pecahan ombak yang menenangkan, langsung saja berlibur ke pantai Jogan.  Satu kelebihan pantai ini yang tidak akan Anda temui di pantai lain adalah Anda bisa langsung menikmati guyuran air terjun dengan sensasi yang sangat menyegarkan. Fenomena yang kami rasakan sore itu adalah suara ombak yang memecah pantai serta visualiasi sunset yang memanjakan mata. Saat berada di sini, Anda akan benar-benar bisa menikmati keindahan alam dengan suasana tenang dan damai.

Nama Wisata : Pantai Jogan
Alamat :  Purwodadi, Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Pengambilan Foto : 15 Maret 2015

Berbagai momen diatas tebing di pantai Jogan yang berhasil kami abadikan adalah : 




















Salam, Riana Dewie

0


Selfie di Tengah Kemeriahan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2016 (Dok.Pri)

Beberapa waktu lalu ada seorang kawan saya yang berdarah Tionghoa mengingatkan saya untuk datang ke acara tahunan di kota Jogja, “Besok jangan lupa mbak datang di acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, mulai tanggal 18 Februari hingga 22 Februari 2016…”. “Siap mbak. Kemarin saya datang kesana tanggal 14 Februari, eh belum ada apa-apa. Masih sepi..”, jawab saya sambil ketawa.

Memang benar, saya sudah mendengar informasi diadakannya Pekan Budaya Tionghoa ini sejak beberapa waktu lalu. Karena lupa tanggal dimulainya dan tidak mencari informasi terupdate, akhirnya salah waktu saat berkunjung kesana. Hehe.. Acara yang sudah diadakan sebanyak 11 kali ini merupakan even tahunan yang berkali-kali dipusatkan di kampung Ketandan (sebelah utara Pasar Beringharjo) Yogyakarta. Pekan Budaya ini telah dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada hari Kamis, 18 Februari 2016 dengan mengangkat tema 'Meningkatkan Budaya Kebersamaan'.

Mengobati rasa kangen untuk melihat acara tahunan sebagai puncak dari acara Imlek di kota Jogja tahun ini, akhirnya sore tadi saya dan suami meluncur ke Malioboro untuk melihat kemeriahannya. Kondisi jalan sih macet total karena masyarakat Jogja banyak yang berantusias untuk menyaksikan pekan budaya ini, apalagi di hari ketiga atau di tanggal 21 Februari 2016 karena akan diadakan atraksi Barongsai di sepanjang jalan Malioboro hingga alun-alun utara.

Acara ini didukung pula dengan penutupan Jalur kendaraan mulai jam 18.00 hingga 22.00 untuk menghindari kemacetan. Saat sampai disana, parkir di setiap titik sudah penuh sehingga kami pun harus berputar-putar mencari celah tempat parkir yang masih kosong.

Akhirnya kami melangkah menuju kampung Ketandan, pusat dari perayaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta. Dari kejauhan terlihat hiruk pikuk masyarakat Jogja yang tak ingin melewatkan acara budaya Tionghoa yang megah ini. Saat berada di pinggiran jalan Malioboro, para pengunjung sudah tak sabar lagi untuk menyaksikan atraksi Barongsai, terlihat dari seringnya mereka menoleh ke arah datangnya Barongsai, berpindah tempat duduk, mondar mandir dsb.

Untuk mengisi waktu, saya pun mencoba selfie sana sini untuk mendapatkan foto terbaik (versi saya sih.. hehehe) mumpung bisa bebas beraksi di tengah jalan Malioboro. Setelah 30 menit menunggu, akhirnya terdengar suara arak-arakan Barongsai dari kejauhan. Yuhuuu… naga besar itu meliuk-liukkan tubuh dengan indahnya dan tentunya memamerkan beragam gerakan yang sangat atraktif.

Atraksi ini semacam karnaval Barongsai menurut saya karena memang diperagakan oleh puluhan komunitas atau grup Barongsai dari berbagai daerah. Tak hanya Barongsai, atraksi drumband dari para TNI Angkatan Darat juga berhasil memukau pengunjung yang memadati sepanjang jalan Malioboro itu. Setiap prajurit benar-benar sigap saat menabuh drum, memainkan instrumental maupun meniup saksofon sehingga menghadirkan sebuah harmoni musik yang khas dan indah.

Tak hanya itu, arak-arakan kereta kuda atau andong juga melewati kami dimana beberapa andong tersebut ditumpangi oleh para pria dan wanita muda berdarah Tionghoa sambil melambaikan tangan dengan mengenakan slempang Koko dan Cici Yogyakarta. Tentu saja, mereka yang berparas rupawan, berkulit putih dan menebar senyuman membuat pengunjung terkesima. Setelah mereka berlalu, dilanjutkanlah dengan Barongsai lainnya yang ditampilkan dengan beragam kostum, warna dan atraksi yang tak kalah menariknya.

Satu jam berdiri menyaksikan atraksi ini membuat badan saya mulai berkeringat dingin sehingga saya pun mengajak suami untuk masuk di kampung Ketandan yang dipenuhi sekitar 150 stand kuliner dimana masing-masing menyuguhkan citarasa yang istimewa. Aneka makanan dan minuman tersedia disana dan setiap stand kuliner hampir semuanya dipadati oleh pengunjung sehingga kami pun agak kesulitan mencari tempat makan yang masih agak sepi. Kurang kenyang dengan takoyaki dan jagung manis, akhirnya kami menyantap soto sapi panas yang sangat memanjakan lidah.

Bukan hanya stand kuliner saja yang memadati sepanjang jalan Ketandan, berbagai pernak-pernik imlek juga diminati pengunjung. Ada pula berbagai lomba untuk menyemarakkan even tahun ini, yaitu lomba puisi berbahasa mandarin, lomba dongeng, lomba fotografi serta lomba karaoke bahasa mandarin yang dibagi dalam beberapa kategori. Tak ketinggalan atraksi sulap yang membuat acara budaya tahun ini makin meriah.

Setelah bersantap ria dan merasa kenyang, akhirnya kami melakukan perjalanan pulang namun terlihat di sepanjang jalan Malioboro masih saja dipadati banyak pengunjung sekalipun atraksi Barongsai telah usai. Ini menunjukkan bahwa even semacam ini sungguh dirindukan oleh masyarakat kota Jogja dan patut diapresiasi karena perayaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta saat ini bukan hanya merupakan perayaan keagamaan saja namun sudah menjadi simbol pelestarian budaya yang senantiasa dipegang kuat oleh Bapak Sri Sultan Hamengkubuwono X selaku pengayom masyarakat kota Jogja.

Atraksi Barongsai di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2016 (Dok.Pri) 
Salut atas kerja keras rekan-rekan panitia dan seluruh pendukungnya yang telah sukses menyelenggarakan acara besar ini di Jogja. Tentunya, pekan budaya tahun ini terealisasi berkat kerja sama Jogja Chinese Art and Culture Center (JCACC) dengan Pemprov DIY dan Pemkot Yogyakarta.

Harapan kami semoga perayaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta di tahun depan bisa dilaksanakan dengan lebih meriah lagi, menampilkan berbagai atraksi menarik, dapat menyatukan masyarakat Jogja serta sukses meluhurkan simbol budaya Tionghoa sebagai salah satu daya tarik wisata kota Jogja. Oh ya, walaupun agak terlambat, tak lupa kami ucapkan “GONG XI FA CAI” 2567 untuk seluruh saudara yang merayakannya. Semoga Imlek tahun ini membawa rejeki yang berlimpah, kesehatan, keberuntungan & kebahagiaan bagi kita semua.

Salam, Riana Dewie

Sumber Referensi :
  • Melihat langsung acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2016
  • travel.detik.com
  • kompas.com

Artikel ini sebelumnya telah diposting di Kompasiana dengan judul "Meriahnya Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2016"


8

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Total Tayangan Halaman