Saat pertama kalinya saya naik uberMOTOR di Jogja (Dok.Pri)

Dulu, saat saya sering gregetan sendiri kalau mau ke pergi apalagi tergesa-gesa, eh motornya raib karena ada orang rumah yang pake tanpa permisi. Atau motornya ada, tapi ternyata mesin bermasalah, ban bocor atau yang paling konyol kehabisan bensin. Bikin sebel banget pastinya.  Andai niatnya cuma jalan-jalan santai aja sih gak masalah ya, gakda batasan waktu. Bayangin aja kalau itu adalah sesuatu yang penting, seperti kondangan atau meeting yang mewajibkan ontime sampai ke tempat tujuan. Bisa kacau kan? Itu dulu, pernah saya alami. Tapi sekarang sih fasilitas transportasi umum makin canggih. Seperti kemarin, saat jatah motor saya harus diservis padahal saya wajib berangkat kantor pagi-pagi, syukurlah gak seribet dulu. Gak perlu merepotkan suami untuk nganter, ga usah nunggu lama-lama, tinggal buka HP terus pesan uberMOTOR, praktis :)

Kabar baik ini tentu harus disebarkan kepada seluruh masyarakat Jogja dan sekitarnya. Sejak tanggal 5 Desember 2016, Jogja kedatangan tamu istimewa yang akan semakin memudahkan masyarakatnya melakukan aktivitas mobile dari satu tempat ke tempat lainnya. Sebuah perusahaan besar yang melayani transportasi berbasis aplikasi online asal Amerika, UBER, sukses mengepakkan sayapnya di Jogja. Sementara ini, masyarakat baru bisa menikmati uberMOTOR, walaupun tak menutup kemungkinan sebentar lagi akan ada layanan transportasi UBER dengan menggunakan mobil.

Cara Mudah Pesan uberMOTOR melalui Aplikasi Android  

Nah, buat teman-teman yang berdomisili di Jogja dan sekitarnya, yang butuh dianterin ke tempat tujuan secara praktis dan cepat, yuk buruan pesan uberMOTOR lewat aplikasi play.google.com (android) atau itunes.apple.com (iOs). Ribet gak sih cara daftarnya? Hmmm, gampang banget kok. Begini cara daftarnya :
Aplikasi Uber di Android

1. Buka aplikasi UBER yang sudah terinstal di HP Anda.
2. Masukkan posisi Anda saat memesan serta alamat tujuan di kolom yang disediakan.
3. Atur alamat penjemputan dan pilh metode pembayaran.
4. Tekan “Pesan uberMOTOR
5. Akan terlihat identitas pengemudi dan tipe kendaraan yang menjemput Anda.
Peta Perjalanan Saya bersama uberMOTOR

6. Silahkan menikmati perjalanan Anda dengan harga yang murah meriah, yaitu :
  • Biaya minimum : Rp 5.000 per perjalanan
  • Biaya per km : Rp 1.800
  • Biaya pembatalan : Rp 5.000

Praktis kan? Apalagi di awal pemesannya, Anda bisa melihat perkiraan biayanya serta saat sampai di tempat tujuan, kita juga bisa melihat invoice (total biaya), baik di aplikasi UBER maupun yang masuk ke email Anda. 

Bukti Pembayaran yang dikirim ke email
Jumlah nominal di tagihan aplikasi UBER yang dipegang pelanggan sama dengan yang dipegang pengemudi
Wah, transparan sekali ya. Untuk metode pembayarannya, pemesanan uberMOTOR bisa dibayar secara tunai, melalui kartu kredit maupun kartu debit sehingga pelanggan bisa melakukan pembayaran secara fleksibel dan sesuai kebutuhan masing-masing.

Keunggulan uberMOTOR dibanding Jasa Transportasi Lainnya

Usai menikmati perjalanan dengan uberMOTOR, saya jadi bisa menyimpulkan bahwa layanan transportasi ini memang memiliki keunggulan dibanding dengan jasa lainnya yang ada di Jogja dan mungkin di kota-kota lainnya yang sudah dijangkau oleh metode transportasi serupa. Apa saja sih itu?

1MUDAH
Ya, sangat mudah. Seperti yang sudah saya infokan di atas, aplikasinya mudah dan praktis digunakan. Apalagi bagi Anda yang belum pernah menggunakan jasa transportasi melalui aplikasi HP, tak perlu khawatir karena sangat mudah digunakan dan lengkap petunjuknya. Kebetulan Uber Partner (pengemudi) yang mengantar saya kemarin juga sangat ramah lho.

2. MURAH
Untuk biayanya saya buktikan sendiri memang murah. Sekitar 1 bulan lalu, saya memanfaatkan tranportasi serupa (beda perusahaan) saat mau ke kantor dengan biaya di atas Rp. 15.000. Tapi, saat kemarin diantar uberMOTOR, saya hanya perlu membayar Rp. 10.500,-, dengan alamat keberangkatan dan tujuan yang sama lho. Gimana gak seneng, sisanya bisa buat beli pulsa kan? Hehe...

3. PROMO BERLIMPAH
Promo uberMOTOR

Saya yang baru sekali naik uberMOTOR sangat merasa beruntung nih karena langsung dapat kode promo yang dikirim ke email. Nah, isi promonya sangat menarik lho, dimana saya bisa kasih kode potongan harga bagi teman yang ingin naik uberMOTOR sebesar Rp. 25.000 untuk 3 trip pertamanya. Setelah teman saya tadi menggunakan jasa uberMOTOR pertama kalinya, saya juga bisa dapat potongan Rp. 35.000 lagi untuk 3 trip selanjutnya. Wow, uberMOTOR kasih promonya berlipat-lipat ya?


Itulah pengalaman saya menggunakan uberMOTOR di area Jogja. Dengan pemilihan rute terpendek sehingga sangat menekan biaya perjalanan, perhitungan tarif yang transpran dan lebih murah dari pesaing, penggunaan aplikasi yang mudah, uber partner (pengemudi) yang ramah serta hujan promo gede-gedean, saya berikan jempol deh untuk uberMOTOR untuk pelayanannya.

Sekarang saya merasa lebih aman jika mau bepergian. Andai tak ada kendaraan di rumah, saya sudah tak takut lagi karena dalam hitungan sekian menit, uberMOTOR bisa menjadi alternatif solusi terbaik untuk kenyamanan perjalanan saya. Doanya sih, dalam kondisi darurat, HP saya gak ngedrop biar pesan uberMOTORnya lancar. Hehe...

Anda kapan cobain fasilitas uberMOTOR? Mumpung masih anget-angetnya lho :D

Riana Dewie




Dagadu Djokdja (dok.Dedy Yugo Purwanto)

Oleh-oleh khas Jogja Dagadu - Saya bangga jadi orang Jogja. Selain tetanggaan dengan salah satu keajaiban dunia, candi Borobudur, saya juga senang karena kota ini didatangi jutaan wisatawan setiap waktunya. Tentu saja ini karena Jogja memang kaya akan destinasi wisata yang natural, unik dan bersejarah. Sebut saja Malioboro, Kraton Jogja, Pantai Parangtritis, Kaliurang, Benteng Vredeburg maupun tempat wisata lainnya yang memiliki keunikan tersendiri. Usai keliling Jogja, para wisatawan biasanya ingin beli oleh-oleh khas Jogja untuk dibagikan kepada sanak saudara atau sahabat saat kembali pulang. Saat jajanan sudah memenuhi tas belanjaan, sepertinya masih ada yang kurang jika tanpa buah tangan lainnya yang bisa jadi kenang-kenangan. Kira-kira cari pernak-pernik yang ‘Jogja banget’ tuh dimana ya? Gak usah bingung, DAGADU DJOKDJA tempatnya.

Sebagai orang Jogja yang dulunya tinggal di daerah Ngasem, di mana kawasan ini notabene dijelajahi oleh bule-bule pelancong yang ganteng (ihiiiirr...), gak heran sih kalau saya sering amati mereka tenteng-tenteng tas belanjaan yang didalamnya ada kaos Dagadunya. Ya, seingat saya, sejak saya SD juga sudah kenal dengan produk Dagadu, bahkan memiliki beberapa koleksi kaosnya. Tak disangka, hingga saya dewasa, perusahaan Dagadu ternyata masih eksis bahkan tak pernah lelah untuk menyuguhkan produk oleh-oleh khas Jogja yang selalu kreatif dan inovatif.

Disini Lho Alamat Belanja Oleh-oleh Khas Jogja DAGADU

Beberapa waktu lalu (10/12/16), perusahaan Dagadu melakukan re-branding terhadap logonya yang juga sebagai perwujudan inovasi terhadap produk-produk yang ditawarkan kepada masyarakat. Logo barunya tak jauh beda dengan logo lamanya (gambar mata), hanya saja di logo barunya ini, Dagadu menghilangkan goresan bulu matanya yang lentik sehingga terkesan lebih praktis dan mudah diingat. Acara yang berlangsung sangat meriah ini diadakan di Yogyatorium, gerai resmi Dagadu Djokdja yang menawarkan oleh-oleh khas Jogja dengan kemasan memikat hati, kaya etnik serta dipercantik dengan dekorasi yang sangat njawani.

Yogyatorium, pusat belanja Dagadu Djokdja (sumber : twitter @dagadudjokdja)

Nah, selain di Yogyatorium yang beralamat di Jalan Gedongkuning Selatan No.128, Rejowinangun, Kotagede, ada dua gerai resmi lainnya yang sangat memudahkan Anda untuk bisa belanja pernak-pernik Dagadu sebagai oleh-oleh khas Jogja, yaitu di Posyandu. Eh, jangan salah, ni bukan Posyandu yang melayani kesehatan di desa-desa kita itu, lho. Hehehe.. Posyandu di sini adalah Pos Pelayanan Dagadu yang artinya Anda bisa hunting pernak-pernik Dagadu sepuasnya di tempat ini. Alamatnya di mana ya? Ada dua Posyandu yang bisa Anda kunjungi, yaitu Posyandu di Lower Ground Malioboro Mall (depan Gramedia) serta di Posyandu 2 di Jl. Pekapalan No. 7 Alun-Alun Utara (sebelah Jogja Gallery).

Sebagai bocoran nih, jika di zaman tahun 90-an Dagadu hanya menjual kaos saja, sekarang ada banyak pilihan produk yang bisa kita dapatkan di gerai Dagadu Djokdja lho. Apalagi saat ini jenis kaosnya banyak banget, fashionable serta diproduksi dengan beragam tema/tulisan keren, tentunya yang bernuansa Jogja banget. ‘Malman Skuter’, ‘Smart&Smile&Djokdja’, ‘Djokdja Full Rasa’, ‘Dagadu 94’, ‘Sepeda Silsilah Bapak’ dan ‘Abdi Dalem X Helem’ adalah sebagian kecil koleksi kaos Dagadu Djokdja yang sangat menarik dan diminati banyak orang. Selain kaos pria, Dagadu juga meluncurkan model kaos wanita dengan nama Dagadis, cara pintar Dagadu untuk menarik hati gadis-gadis cantik agar memakai kaos Dagadu yang bakal membuat mereka makin manis. Hehe...


Tak ketinggalan, koleksi kaos anak juga melengkapi produk Dagadu yang tentunya digemari oleh anak-anak zaman sekarang. Dagadu Bocah, koleksi kaos Dagadu yang akan memanjakan anak-anak Anda agar tampik kece saat diajak jalan-jalan. Hehehe.. Beberapa tema koleksi kaos Dagadu Bocah adalah ‘Bintang Kecil’, ‘Yuyu Kangkang’, ‘Tugu Keajaiban Jogja’ dan ‘Angkryngan’. Produk lainnya yang tak kalah seru dan mengandung nilai histori tinggi adalah Oblongpedia, produk Dagadu yang menceritakan sejarah tentang suatu tokoh, dimana diskripsinya juga tertuang di bagian depan kaos, diantaranya tema ‘Srikandi’, ‘Anoman’, ‘Bimo’ dan tokoh menarik lainnya. Selain kaos, pernak-pernik Dagadu lainnya seperti sandal jepit, gantungan kunci atau tas slempang juga bisa Anda bawa pulang sebagai oleh-oleh keluarga di rumah.

 Nah, sekarang gak bingung lagi kan cari oleh-oleh khas Jogja yang unik, menarik dan pantas untuk dibagikan ke orang-orang yang Anda sayangi?

Kaos Dagadu Djokdja yang asli, saat re-branding logo Dagadu beberapa waktu lalu (dok.Dedy Yugo Purwanto)

Tapi awas, jangan sampai Anda membeli produk Dagadu palsu ya karena dipastikan Anda bakal kecewa karena kualitasnya jauh berbeda. Pokoknya Anda aman jika belinya di tiga gerai resmi Dagadu Djokdja tadi, yang terbukti sukses melegenda. Atau, Anda juga bisa belanja online dengan pesan produk di www.dagadu.co.id. Oh ya, untuk harganya gimana? Walah, gak usah khawatir, Anda bisa bawa pulang koleksi Dagadu Djokdja mulai dari Rp. 9.000,- saja lho. Wihhhh, murah meriah ya, pantas saja banyak wisatawan domestik maupun asing yang doyan jajan oleh-oleh khas Jogja di sini :D

“Mbak, aku pingin ke Semarang nih. Kapan kamu libur?”, tanya saya kepada sepupu di Semarang. “Tiap hari aku rela libur kerja kok, asal kamu bawain kaos Dagadu..”, jawabnya sambil nyengir tapi mupengnya serius.


Riana Dewie




Kaki ini melangkah ke sebuah ruang klasik, mengingatkan saya akan nuansa 50 tahun lalu, dimana meja dan kursi lawas tertata rapi, hampir mirip dengan desain ruang ala Belanda. Di sisi kiri tampak lukisan legendaris, Monalisa, yang senyumnya mempercantik resto ini. Makin maju, sampailah pada pemandangan ruang terbuka, dimana dekorasi bernuansa etnik sangatlah terasa. Agak riuh memang, di sana kami berkumpul bersama teman-teman lainnya untuk menyantap kuliner anti mainstream dengan iringan musik gamelan. Festival kuliner yang ‘Indonesia banget’ ini memang terpampang nyata. Bayangkan saja, kami dipaksa menikmati ragam menu kuliner yang hampir 99% terbuat dari bahan tempe. Ah, mimpi apa semalam.....

Musik gamelan yang mengiringi sinden sungguh menghadirkan sebuah atmosfer yang ‘njawani’ di resto Gadjah Wong, Jogja. Setiap calon penikmat kuliner di festival tempe ini tampak tak sabar untuk incip sajian ‘mewah’ yang aromanya sudah terbang ke indra penciuman kami. Tak lama, mbak-mbak yang bertugas melayani tamu mulai beredar di titik masing-masing. Lega rasanya, akhirnya hidangan minuman pembuka sudah ada di depan mata.

Cold Lemon Grass & Ginger Fusion, segelas minuman yang sangat bersahabat dengan lidah saya. Dengan perpaduan jahe, sereh dan lemon, minuman ini tampak sakti karena sukses menghangatkan tubuh. Efek lain, mata saya terasa lebih segar dan tentunya jauh dari rasa rasa kantuk.



Tak lama, makanan pembuka yang disajikan di atas meja mulai menggoda perut. Sebuah penampakan hidangan yang tak asing dalam balutan nama Spring roll filled with imported soybean tempe. Setiap orang juga bisa mengatakan bahwa ini lumpia. Tapi jangan salah, lumpia yang satu ini sungguh istimewa karena isinya tak biasa, yaitu dijejali bahan olahan tempe dengan kedelai impor yang rasanya..ehmmm nikmat menggigit lidah.



Akhirnya, menu pembuka yang kedua menyusul ke hadapan kami, lebih unik. Local Soybean Tempeto on leaf & root, beberapa menu kece diolah dari tempe lokal yang dihidangkan dalam bentuk akar tanaman, ada pula yang ditaburi bunga. Sangat menyatu dengan alam, dibalur warna-warna cantik sajian ini tentu sungguh menggoda. Rasanya gimana? Beuhhh, unik dan sangat tajam di lidah. Saya sih suka :)



Beranjak ke menu utama, Velvet bean tempe sate with lontong mulai mencabik perut yang dari rumah belum terisi makanan berat. Onggokan menu lezat hadir di depan mata. Dari kemasannya sih sepertinya sate. Ya, ini memang sate. Tapi, sate yang satu ini adalah sate tempe super enak ditemani lontong yang teksturnya hmmmm sangat lembut. Dipercantik dengan kering kentang manis dan peyek lalu diguyur dengan bumbu kacang dengan sambalnya yang membuat lidah saya menari-nari ke level klimaks. Ah, ini kenikmatan yang luar biasa.



Puas menikmati sate tempe, tenggorokan kami diguyur dengan dinginnya Lemon mint squash bernuansa warna alam, hijau dan kuning. Daun mint yang terapung dalam minuman dingin yang agak asam ini makin menyegarkan suasana. Malam itu memang sangat menggoda, beneran :)



Perut seakan tak boleh beristirahat dengan kehadiran menu lain yang masih agak berat menurut saya, Local Soybean Tempeto on leaf & root. Lagi-lagi saya dipaksa mencicip menu unik berbentuk bulat, diolah dari beras. Dibubuhi daun ginseng sebagai garnis yang juga bisa dimakan lalu bagian atasnya diperciki saus tempe yang rasanya sangat khas. Ah, ni perut hampir meledak sepertinya gara-gara dimanja terus-terusan :D



Tenang, kenikmatan ini ternyata belum berakhir. Onde-onde & es campur with local soybean tempe mulai diedarkan oleh mbak-mbak cantik tadi. Sebagai dessert, onde-onde yang diselimuti wijen hitam dan putih ini memang tampil menggoda karena isinya yang tak lain adalah tempe. Apalagi minuman es campurnya, siapa sangka bahan di dalamnya ada tempenya juga? What? Iya, bener. Tempe yang selama ini dikenal sebagai menu makanan, malam ini disulap jadi campuran es manis yang suegerrrr banget. Gak kebayang kan rasanya? Sedaaapppp tauuu, hihihi....



Satu lagi pukulan nikmat yang terakhir saya rasakan saat mencicip menu unik sepanjang masa ini. Snake fruit juice, fem leaves & velvet eban tempeto hadir sebagai hidangan penutup bertekstur cair kental yang lagi-lagi dibuat dari campuran tempe. Rasanya sih seger-seger gimana gitu. Dan akhirnya, makanan ini tak bisa saya babat habis karena perut sudah semakin kencang, tanda aktivitas makan harus dihentikan. Hehe...



***

Ah, menu-menu ‘tempeto’ malam ini memang enak dan bergizi. Semua aman dikonsumsi karena proses pengolahannya melibatkan chef resto Gadjah Wong, Benedicta Setyani serta chef dari nordic food lab, Roberto Flore. Terimakasih undangannya mbak Dwi Larasatie Nur Fibri, baru kali ini saya bisa menikmati olahan tempe yang begitu menggoyang lidah. Semoga sukses menyelesaikan studinya dan penelitian ini kelak dapat memberi manfaat serta inspirasi bagi banyak orang.


The power of tempe kini memang benar-benar saya rasakan. Buat teman-teman, mulai sekarang jangan pernah meremehkan tempe, berbagai olahan tempe nyatanya sukses menjadi hidangan mewah dan mahal di negara-negara sono tuh. Bangga dong :D   

Riana Dewie