- Daftar negara yang menerima QRIS di tahun 2026.
- Cara menggunakan QRIS saat bertransaksi di luar negeri.
- Manfaat QRIS bagi wisatawan Indonesia saat traveling.
- Prospek pengembangan QRIS cross border di masa depan.
Negara yang menerima QRIS di 2026 menjadi salah satu topik yang cukup menarik perhatian saya. Dulu, QRIS identik dengan pembayaran di warung makan, kedai kopi, atau UMKM dalam negeri.
Sekarang, perkembangannya semakin luas hingga bisa dimanfaatkan untuk bertransaksi di beberapa negara.
Menurut saya, perluasan penggunaan QRIS bukan hanya memudahkan proses pembayaran, tetapi juga menunjukkan bahwa sistem pembayaran digital Indonesia semakin berkembang dan mulai terhubung dengan negara lain.
Bagi wisatawan asal Indonesia, tentu ini menjadi kabar baik karena transaksi saat bepergian bisa terasa lebih praktis.
Bayangkan saja, saat membeli makanan, naik transportasi, atau berbelanja di luar negeri, kamu cukup melakukan pemindaian kode QR melalui aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS.
Gak perlu repot membawa uang tunai dalam jumlah besar ataupun bingung mencari tempat penukaran mata uang.
Negara yang Menerima QRIS di 2026
Sejak diperkenalkan oleh Bank Indonesia pada 2019, QRIS terus mengalami perkembangan.
Salah satu inovasi yang cukup menarik adalah hadirnya layanan cross-border payment, yaitu sistem pembayaran lintas negara menggunakan kode QR yang saling terhubung antarnegara.
Melalui kerja sama tersebut, masyarakat Indonesia dapat menggunakan aplikasi pembayaran dari dalam negeri untuk melakukan transaksi di merchant tertentu di luar negeri yang sudah mendukung sistem pembayaran lintas batas.
Berikut beberapa negara yang telah menjalin implementasi maupun pengembangan pembayaran QR lintas negara hingga 2026.
1. Thailand
Thailand menjadi salah satu negara pertama yang mengimplementasikan pembayaran QR lintas negara bersama Indonesia.
Di berbagai kota wisata, mulai dari street food, minimarket, hingga pusat perbelanjaan, penggunaan pembayaran berbasis QR semakin mudah ditemukan.
Keuntungannya:
- Gak perlu membawa banyak uang tunai.
- Proses pembayaran lebih cepat.
- Nilai transaksi langsung tercatat di aplikasi.
2. Malaysia
Melalui integrasi dengan sistem pembayaran nasional Malaysia, transaksi lintas negara menjadi semakin praktis bagi wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Negeri Jiran.
Keuntungannya:
- Kurs lebih transparan.
- Cocok digunakan saat wisata maupun belanja.
3. Singapura
Singapura juga menjadi salah satu negara yang telah mengembangkan konektivitas pembayaran QR lintas negara.
Kehadiran sistem ini membuat wisatawan Indonesia memiliki alternatif pembayaran yang lebih praktis dibanding membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Keuntungannya:
- Transaksi lebih efisien.
- Mengurangi risiko kehilangan uang tunai.
4. Filipina
Kerja sama pembayaran digital di kawasan ASEAN terus berkembang, termasuk dengan Filipina.
Implementasinya dilakukan secara bertahap sehingga semakin banyak merchant yang mulai mendukung pembayaran lintas negara.
Keuntungannya:
- Pilihan pembayaran non-tunai semakin banyak.
- Riwayat transaksi lebih mudah dipantau.
5. Vietnam
Vietnam juga menjadi salah satu negara yang aktif mengembangkan ekosistem pembayaran digital. Di sejumlah kawasan wisata dan pusat bisnis, penggunaan pembayaran berbasis QR semakin umum dijumpai.
Keuntungannya:
- Lebih praktis saat membayar hotel maupun restoran.
- Mengurangi kebutuhan membawa uang tunai.
6. Brunei Darussalam
Brunei Darussalam juga termasuk negara yang menjalin pengembangan kerja sama pembayaran digital di kawasan ASEAN.
Kehadiran sistem pembayaran lintas negara diharapkan semakin memudahkan aktivitas masyarakat maupun wisatawan Indonesia.
Keuntungannya:
- Praktis untuk transaksi harian.
- Gak perlu repot membawa banyak uang tunai.
7. Jepang
Jepang terus memperluas ekosistem pembayaran digital melalui berbagai sistem QR nasional.
Kolaborasi pembayaran lintas negara membuka peluang agar wisatawan Indonesia dapat bertransaksi dengan lebih mudah di masa mendatang.
Keuntungannya:
- Lebih nyaman saat berbelanja maupun makan di restoran.
- Pengalaman transaksi semakin praktis.
8. Korea Selatan
Sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia, Korea Selatan juga terus mengembangkan pembayaran digital.
Kerja sama lintas negara menjadi langkah positif untuk mendukung transaksi yang lebih efisien.
Keuntungannya:
- Praktis digunakan di berbagai pusat perbelanjaan.
- Seluruh transaksi lebih mudah dipantau melalui aplikasi.
9. China
China dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat penggunaan pembayaran QR yang sangat tinggi.
Pengembangan interoperabilitas pembayaran menjadi peluang besar bagi kemudahan transaksi wisatawan internasional, termasuk dari Indonesia.
Keuntungannya:
- Berpotensi digunakan di semakin banyak merchant modern.
- Mendukung pengalaman transaksi tanpa uang tunai.
Cara Menggunakan QRIS di Luar Negeri
Pastikan Aplikasi Mendukung Pembayaran Lintas Negara
Sebelum berangkat ke luar negeri, pastikan aplikasi mobile banking atau dompet digital yang kamu gunakan sudah mendukung layanan pembayaran QR lintas negara.
Informasi ini biasanya tersedia di aplikasi maupun situs resmi penyedia layanan.
Lakukan Pemindaian Kode QR
Jika merchant sudah mendukung sistem pembayaran yang terhubung, prosesnya hampir sama seperti saat menggunakan QRIS di Indonesia.
Kamu cukup membuka aplikasi, memindai kode QR, lalu mengonfirmasi nominal transaksi.
Cek Nilai Tukar dan Konfirmasi Pembayaran
Sebelum transaksi diproses, sistem umumnya akan menampilkan estimasi nilai tukar mata uang sehingga kamu bisa mengetahui jumlah pembayaran dalam rupiah.
Cara ini membuat pengeluaran selama perjalanan menjadi lebih mudah dipantau.
Semakin luas kerja sama pembayaran digital antarnegara, pengalaman menggunakan QRIS di luar negeri pun diperkirakan akan semakin nyaman bagi masyarakat Indonesia.
Manfaat QRIS bagi Wisatawan Indonesia
Menurut saya, berkembangnya pembayaran QR lintas negara bukan hanya soal kemudahan bertransaksi. Ada banyak manfaat lain yang bisa dirasakan wisatawan Indonesia saat bepergian ke luar negeri.
Pertama, seluruh transaksi tercatat secara otomatis di aplikasi. Ini mirip prinsip audit laporan keuangan dalam dunia bisnis. dimana arus kas terdokumentasi rapi, transparan, dan mudah dilacak.
Saya jadi lebih mudah memantau pengeluaran harian tanpa harus menyimpan banyak struk belanja.
Kedua, penggunaan pembayaran digital membantu mengurangi kebutuhan membawa uang tunai dalam jumlah besar. Hal ini tentu membuat perjalanan terasa lebih aman dan praktis.
Ketiga, proses pembayaran menjadi lebih efisien karena transaksi dapat dilakukan secara cepat di merchant yang sudah mendukung sistem pembayaran lintas negara.
Siapkan Alternatif Pembayaran Saat Traveling
Walaupun pembayaran digital semakin mudah digunakan, saya tetap menyarankan untuk menyiapkan metode pembayaran cadangan.
Misalnya kartu debit, kartu kredit, atau sejumlah uang tunai sesuai kebutuhan.
Langkah sederhana ini bisa membantu jika sewaktu-waktu jaringan internet mengalami kendala atau merchant belum mendukung pembayaran QR lintas negara.
Fleksibilitas dan Solusi Darurat Saat Traveling
Saat bepergian ke luar negeri, kondisi tak terduga bisa saja terjadi. Misalnya saldo dompet digital hampir habis ketika hendak membayar makan malam atau membeli tiket transportasi.
Dalam situasi seperti ini, memiliki beberapa alternatif sumber dana tentu menjadi nilai tambah.
Selain melakukan top up atau transfer antarrekening, beberapa layanan digital juga menyediakan opsi convert pulsa sebagai solusi darurat.
Meski tidak digunakan setiap hari, fitur seperti ini dapat membantu ketika akses ke layanan perbankan sedang terbatas.
Kemudahan pembayaran lintas negara melalui QRIS juga membuat pengalaman bertransaksi terasa lebih fleksibel.
Wisatawan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada uang tunai sehingga aktivitas selama perjalanan menjadi lebih nyaman.
Di sisi lain, semakin luasnya negara yang menerima QRIS menunjukkan bahwa sistem pembayaran digital Indonesia terus berkembang.
Kolaborasi antarnegara di kawasan Asia menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pembayaran yang lebih cepat, aman, dan efisien.
Masa Depan QRIS Cross Border
Melihat perkembangan hingga tahun 2026, saya optimis daftar negara yang menerima QRIS masih akan terus bertambah.
Kerja sama lintas negara bukan hanya memudahkan wisatawan Indonesia, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha, UMKM, hingga sektor pariwisata untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Semakin banyak negara yang terhubung, semakin mudah pula masyarakat melakukan transaksi tanpa harus membawa banyak uang tunai atau menukar mata uang dalam jumlah besar.
Hal ini sejalan dengan tren pembayaran digital yang semakin mendominasi aktivitas ekonomi global.
Bagi saya, kehadiran QRIS lintas negara bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga bentuk kemajuan sistem keuangan Indonesia yang semakin diakui di tingkat internasional.
Kini, perjalanan ke luar negeri bisa terasa lebih praktis karena pembayaran cukup dilakukan dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi yang sudah mendukung layanan tersebut.
Pada akhirnya, bepergian memang tentang menikmati pengalaman.
Ketika urusan pembayaran menjadi lebih sederhana, kita bisa lebih fokus mengeksplorasi destinasi, mencicipi kuliner, hingga berbelanja tanpa khawatir soal uang tunai.
Itulah alasan mengapa perkembangan negara yang menerima QRIS di 2026 menjadi kabar baik bagi masyarakat Indonesia yang gemar bepergian.

.jpg)
.jpg)
Posting Komentar